Banner IDwebhost
Dunia IslamFeatured

Lebanon Berduka, PB PII Dorong Pemerintah Indonesia Jamin Keamanan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Beirut

Banner IDwebhost

Kanigoro.com – Beirut, Ibu kota Lebanon berduka setelah ledakan besar terjadi pada Selasa (4/8) lalu. Setidaknya 135 orang meninggal, 5.000 orang luka-luka, dan 300.000 orang kehilangan tempat tinggal.

Menurut otoritas setempat, ledakan disebabkan pengapalan besar-besaran pupuk pertanian atau amonium nitrat yang disimpan di pelabuhan Beirut tanpa tindakan pencegahan keamanan selama bertahun-tahun.

Perdana menteri Lebanon Hassan Diab mengatakan ada 2.750 metrik ton amonium nitrat di sana. Hingga kini penyelidikan terhadap penyebab ledakan di Lebanon terus berlanjut.

Pasukan keamanan telah menyegel daerah di sekitar lokasi ledakan, dan tim penyelamat terus melakukan pencarian korban meninggal dan yang masih selamat di bawah puing-puing, sementara itu kapal melakukan pencarian di air lepas pantai. Puluhan orang dikabarkan masih hilang.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Masyarakat Hamad Hassan mengatakan fasilitas kesehatan Lebanon kekurangan tempat tidur dan tidak memiliki peralatan yang cukup untuk merawat korban terluka dan kritis.

Sebanyak 300.000 orang kehilangan tempat tinggal akibat ledakan itu, kata Gubernur Beirut Marwan Aboud.

Dikuti dari BBC News, Marwan Aboud mengatakan, “Beirut membutuhkan makanan, Beirut membutuhkan pakaian, rumah, bahan untuk membangun kembali rumah. Beirut membutuhkan tempat bagi para pengungsi, untuk rakyatnya.”

Sejumlah negara telah menawarkan bantuan kemanusiaan. Tiga pesawat Prancis akan tiba membawa 55 tim penyelamat, peralatan medis, dan klinik keliling untuk merawat 500 orang, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron akan berkunjung pada hari ini, Kamis (06/08).

Uni Eropa, Rusia, Tunisia, Turki, Iran dan Qatar mengirim pasokan bantuan. Inggris juga siap mengirim ahli medis dan bantuan kemanusiaan, kata Menteri Luar Negeri Dominic Raab.

Selain itu, organisasi kepemudaan di Indonesia turut memberikan doa untuk peristiwa yang tak terduga ini. Khususnya Pelajar Islam Indonesia (PII) turut merespon peristiwa ini.

“Kami mengucapkan duka yang mendalam atas terjadinya ledakan di Beirut, Lebanon. Selain itu saya mengajak kepada seluruh kader PII se-Indonesia, kader PWK PII Timur Tengah, aliansi organisasi pelajar Asia Tenggara, OIC, dan PPI di seluruh dunia untuk mendoakan saudara-saudara di Lebanon dan melakukan solat gaib.” kata Ketua Umum Pengurus Besar PII Husin Tasrik Makrup Nasution di Jakarta, Kamis (6/8) kepada redaksi Kanigoro.

Husin turut mendorong pemerintah Indonesia untuk menjamin keamanan para Pelajar dan Mahasiswa Indonesia yang sedang melanjutkan studi di Beirut, Lebanon. Dia juga mendorong agar pemerintah Indonesia turut aktif membantu dan mengirimkan relawan kemanusiaan ke Lebanon.

“Peristiwa di Lebanon ini harus menjadi perhatian bagi seluruh umat muslim di dunia. Saya berharap para korban yang terkena dampak ledakan bom ini dapat segera pulih. Aamiin…”, pungkas Husin. (Fn)

Artikel Terkait

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker