Banner IDwebhost
Dunia IslamFeatured

PP GPII Desak Presiden RI Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis

Banner IDwebhost

Kanigoro.com – Seorang guru sejarah sekolah menengah di Prancis ditikam hingga di dekat sekolah tempat dia mengajar. Peristiwa tersebut terjadi awal bulan Oktober lalu, penikaman tersebut terjadi karena guru tersebut telah menunjukkan kepada murid-muridnya karikatur Nabi Muhammad. Penikam ditembak mati oleh patroli polisi tidak jauh dari lokasi serangan pada Jumat (16/10) sore, di daerah pemukiman di pinggiran Barat Laut Paris.

Peristiwa tersebut berujung penghinaan terhadap Islam lantaran Presiden Prancis, Emmanuel Macron memberikan angin segar kepada Majalah Charlie Hebdo dan mengecam Umat Islam di Prancis sebagai dalang dari serangan ekstrimis yang terjadi.

Peristiwa ini pada akhirnya dikecam oleh umat Islam di berbagai belahan dunia dengan aksi boikot produk-produk Prancis dan demonstrasi mengecam Presiden Macron.

Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII) melalui keterangan pers rilisnya menyatakan, “Macron juga pernah mengatakan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan tindakan ekstrimis di dunia. Pernyataan Macron memancing reaksi dari berbagai tokoh intelektual dan internasional. Mulai dari mengecam sampai pemboikotan produk Prancis.”

PP GPII juga memberikan empat poin pernyataan sikap atas peristiwa tersebut.

Pertama, mengutuk Presiden Prancis Emmanuel Macron yang memberikan stigma negatif terhadap umat Islam.

Kedua, mendesak Presiden Prancis Emmanuel Macron agar mencabut izin Majalah Charlie Hebdo yang telah melecehkan Nabi Muhammad SAW dengan dalih kebebasan berekspresi.

Ketiga, mendesak Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin memutuskan hubungan diplomatik dengan Prancis.

Keempat, mendesak pengadilan internasional mengadili Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Di akhir pers rilisnya, PP GPII dengan tegas mengatakan, “Usir Prancis dari Indonesia, lawan penghina Nabi Muhammad SAW. Allahu Akbar!” (Fn)

Artikel Terkait

Check Also
Close