Banner IDwebhost
Berita

Kisah Anies Ketika Jadi Aktivis, Naik Kereta Tidak Bayar dan Demo Presiden yang Sudah Mundur

Banner IDwebhost

Kanigoro.com – Memberikan orasi budaya dalam acara Temu Kangen Aktivis 80-90, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lebih menampilkan sosoknya sebagai aktivis ketimbang pejabat. Peserta yang menghadiri acara di Galeri Cipta 2 Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Jum’at (2/3) malam sesekali dibuat terpingkal-pingkal dengan candaan konyolnya, seperti tengah menyaksikan aksi seorang komika dalam acara stand up comedy.

Salah satu kekonyolan Anies yang diceritakannya adalah kebiasaan saat menjadi mahasiswa kalau bepergian ke Jakarta. “Kita kalau naik kereta tidak membayar, jika ditanya kondektur hanya menjawab kita ini aktivis,” selorohnya disambut tawa 300-an peserta yang hadir.

Anies temu kangen aktivis

Pengalaman Anies demo di Amerika Serikat juga menjadi peristiwa yang konyol, sebab tuntutannya sudah terpenuhi sebelum demo. “Karena perbedaan waktu kita belum tahu apa yang terjadi di Indonesia. Kita demo di Amerika menuntut Pak Harto mundur, tidak tahunya beberapa jam sebelumnya di Jakarta Pak Harto baru saja mengumumkan pengunduran dirinya,” cerita Anies yang kembali mengundang tawa hadirin.

Selain itu, Anies juga menceriterakan kebiasaan aktivis mahasiswa 80-90an yang terkadang suka menyebutkan sesuatu dengan istilah yang rumit-rumit. “Ibarat mau minta secangkir kopi hangat saja, menyebutnya 200 ml H2O suhu 80 derajat ditambah kafein dan C11H22O12,” guraunya.

Sebagai gubernur, Anies tak ketinggalan menyampaikan obsesinya dalam memimpin DKI Jakarta, yakni mewujudkan keadilan sosial sebagaimana amanah sila kelima Pancasila. “Kalau harus memilih antara menegakkan peraturan atau mewujudkan keadilan sosial, maka saya akan pilih mewujudkan keadilan sosial dulu,” tegasnya.

Dalam praktik di lapangan, menurut Anies penegakkan peraturan dan perwujudan keadilan sosial kadang kala bisa berseberangan. Hal ini antara lain karena Satpol PP umumnya berlatar belakang keluarga menengah ke bawah, sehingga wawasannya tentang pelanggaran hukum juga yang terjadi di kalangan masyarakat menengah ke bawah. Akibatnya bisa saja terjadi dua pelanggaran hukum terjadi di lokasi yang berdekatan, yang satu ditindak tegas, lainnya dibiarkan.

Syahganda Temu Aktivis 80 90

“Pedagang kaki lima di trotoar ditertibkan, sementara di dekatnya ada gedung yang mengambil air tanah sampai lebih dari 100 meter dibiarkan. Ini jelas sebuah ketidakadilan,” jelas Anies dengan mimik muka serius.

Menutup orasinya, Anies mengajak untuk merenungkan kembali pesan Proklamator Bung Karno, agar bisa menegakkan keadilan sejak dalam pikiran.

Dalam acara temu kangen yang digagas para aktivis tersebut, diberikan penghargaan kepada Hariman Siregar sebagai mantan aktivis mahasiswa yang dinilai berpengaruh dalam masyarakat. Selain Anies, turut hadir juga mantan aktivis yang sekarang aktif di. Parpol seperti Waketum Gerindra Ferry Juliantono, Ketua DPP Gerinda Desmond J Mahesa, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Politisi PPP Ahmad Yani,  Politisi Golkar Ricky Rachmadi,  Poltisi PAN Chandra Tirta Widjaya,  mantan aktivis ITB Syahganda Nainggolan sebagai penggagas acara,  dan ratusan  mantan aktivis dari berbagai kota lainnya (jack)

Artikel Terkait

Check Also
Close