BeritaFeatured

Maghrib Mengaji di Desa Makata, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat

Banner IDwebhost

Kanigoro.com, Sulbar – “Alif, Baa, taa, tsaa, jaa,” suara mungil terdengar dari surau kecil beratapkan tarpal dan beralaskan tikar. Puluhan anak-anak itu berkumpul di mushola darurat desa Makata, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Ini hari ke tiga para relawan Muda tinggal bersama warga penyintas di tenda pengungsian. Selepas shalat Maghrib, anak-anak cerdas itu sudah berkumpul, mendekati guru ngajinya.

Guru ngaji yang telah menjadi kakak bagi mereka selama beberapa hari terakhir. Arul, dini, Jul, tiga relawan pengabdi muda yang ditugaskan di posko Dusun Alle-alle Desa Makata.

Ada yang beda malam ini, wajah riang anak-anak binaan itu, terselip raut cemas, bukan cemas karena katakutan pada gempa susulan. Namun cemas karena kakak guru ngajinya akan pergi esok pagi, sebab tugas pengabdian telah usai.

Arul, kordinator relawan pada posko pengungsian tersebut menyebutkan keharuannya melihat adik-adik yang beberapa hari ini semakin dekat dengan mereka. Bukan sekedar keakraban, tapi jauh lebih besar soal semangat belajarnya anak-anak yang terus bertumbuh.

“Tiga hari bersama mereka, sangat membahagiakan juga mengharukan. Awalnya kami pikir biasa-biasa saja sambutan anak-anak. Tapi ternyata jauh lebih dari dugaan kami. Anak-anak sangat dekat dan yang paling menggembirakan, semangat belajar mereka jauh lebih tinggi,” terangnya.

Ungkapan berbeda diutarakan Dini, ia benar-benar merasakan hal berbeda. Selama di lokasi pengungsian bersama warga juga bersama anak-anak. Ia tidak merasakan formalitas tugas seorang relawan, tapi jauh lebih dalam, ia merasakan perannya sebagai seorang kakak kandung, yang membina adik-adik kandungnya di bawah tenda pengungsian.

“Bukan sekadar tugas relawan membersamai penyintas. Tapi saya merasa sudah sangat dalam dari sekedar tugas formalitas itu. Mereka adalah adik-adik saya. Kalau bisa jadi adik kandung saya langsung. Itu yang kami rasakan dan anak-anak itu rasakan juga,” ungkapnya.

“Kakak, jangan ki (kamu) pulang, tetap bermalam di sini, tetap ajar mengaji kami,” terang Aldi, salah satu adik binaan para relawan pengabdi muda itu. (Fn)

Artikel Terkait

Check Also
Close
Back to top button