Dalam konteks nasional bila Gerindra, PKS dan PAN sepakat mendukung Yenny, situasinya menjadi mirip dengan saat terpilihnya Gus Dur sebagai presiden pada Sidang Umum MPR 1999.

Oleh : Hersubeno Arief

Peta persaingan Pilkada Jawa Timur (Jatim) makin seru. Setelah Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Khofifah Indar Parawansa memastikan diri berlaga, kini Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau Yenny Wahid disebut-sebut akan turut meramaikan gelanggang pertempuran. Bila benar terjadi, peta politik di Jatim akan berubah total.

Munculnya nama putri Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini cukup mengejutkan. Meskipun sebelumnya sempat dijagokan sebagai salah satu kandidat, namun tak ada tanda-tanda Yenny akan maju berlaga. Tak ada satupun partai yang memunculkan namanya. Yenny malah disebut sebagai calon Mensos menggantikan Khofifah.

Dalam peringatan Sewindu Haul wafatnya Gus Dur yang digelar di Ciganjur, Jumat (22/12) yang dihadiri oleh Gus Ipul dan Khofifah, Yenny sempat mengajak para hadirin untuk berdoa agar siapapun yang terpilih, dapat memberi kebaikan bagi warga Jatim.

Wajar bila doa Yenny bersifat umum, atau dalam bahasa politik bisa disebut netral dan tidak berpihak. Baik Gus Ipul maupun Khofifah keduanya adalah warga nahdliyin (NU). Dengan Gus Ipul, Yenny malah memiliki hubungan kekerabatan yang sangat dekat (sepupu).

Selengkapnya