Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menilai penetapan tersangka kepada Yasti lantaran penyidik memiliki bukti cukup untuk membuktikan kesalahannya.

Diketahui sebelumnya, Bupati Bolaang Mongondouw (Bolmong) Yasti Soepredjo Mokoagouw akhirnya ditetapkan tersangka oleh penyidik Polda Sulawesi Utara, Selasa (25/7). Yasti diduga sebagai aktor di balik aksi perusakan aset perusahaan semen PT Conch North Sulawesi Cement (CNSC).

“Kepolisian, Kejaksaan dan KPK kalau sudah menetapkan seorang tersangka kan alat bukti kan cukup,” katanya di Hotel Aryaduta, Jakarta, sebagaimana dilansir dari merdeka.com, Jumat (28/7).

Dia mengungkapkan, kasus Bupati Bolmong Yasti dipicu isu SARA yang dibuat olehnya sendiri. Tjahjo menjelaskan, alasan Yasti melakukan perusakan lantaran adanya dukungan dari masyarakat untuk mengusir investor asing dari etnis tertentu di wilayahnya.

“Isunya ini mulai main-main, ‘Saya kan niatnya baik di sini. Perusahaan ini milik etnis tertentu lalu saya singkirkan dari wilayah saya. Rakyat mendukung saya untuk mengusir investasi dari etnis ini’, itu tidak boleh,” tegasnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan, semua negara boleh menanam investasi di Indonesia tanpa harus melihat dari etnis mana investor tersebut.

“Siapa pun boleh investasi tanpa harus melihat etnisnya,” ucap Tjahjo.

Meski begitu, Tjahjo mengatakan di Indonesia menganut asas praduga tak bersalah yang harus dikedepankan. Sehingga dipersilahkan kepada Bupati Bolmong untuk menyiapkan argumentasi pembelaan kepada penyidik kepolisian.

“Silakan Bupati Bolmong mempersiapkan argumentasi pembelaan baik dalam penyidikan sampai dengan persidangan nanti, gitu aja,” tutupnya.