Oleh Sudono Syueb

Sore itu, Jumat 3 Oktober 2017, jam 14.15 rombongan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Pare, Kabupaten Kediri datang ke sekretariat Pengurus Wilayah Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PW KB PII) Jawa Timur. Rombongan terdiri dari Pak Anwar, Pak Dardiri, Bu Sunarti dan Bu Suhartatik. Mereka diutus Pak Ibrahim, Ketua Yayasan Kanigoro, Pare, Kediri, untuk membicarakan peringatan Kanigoro Affair dengan PW KB PII Jawa Timur.

Kebetulan setiap hari Jumat pukul 15.00 PW KB PII Jawa Timur rutin mengadakan rapat pengurus di sekretariat Jl. Frontage Timur Ahmad Yani, Surabaya.

Rapat PW KB PII Jatim Jumat ini dipimpin Ainur Rofiq Shopiaan, selaku sekum PW KB PII yang dihadiri pengurus PW KB PII, PW PII Jatim dan PD KB PII Kediri. Dalam arahannya, Ainur, yang juga mantan Ketum PW PII Jatim, mengatakan bahwa kehadiran rombongan PD KB PII Kediri ini untuk menyampaikan keinginan KB PII Kediri memperingati Kanigoro Affair pada bulan Januari 2018.

Kali ini agenda rapat kita, kata Ainur, adalah membicarakan peringatan peristiwa Kanigoro. Kemudian Ainur mepersilakan wakil rombongan KB PII Kediri untuk memulai pembicaraan.

Pak Anwar selaku pimpinan rombongan, kemudian menyampaikan harapan PD KB PII Kabupaten Kediri agar peringatan Kanigoro Affair yang selama ini hanya diperingati secara sederhana dengan biasa dan apa adanya oleh mantan peserta LBT (Leadership Basic Training) di Kanigoro yang jadi korban penyerbuan PKI secara biadab pada waktu subuh 19 Januari 1965 dan dikenal dengan “Teror Subuh di Kanigoro” ini hanya diselenggarakan oleh KB PII dan PD PII Kediri. Mereka ingin agar peringatan bersejarah ini dihandle oleh PW KB PII dan PW PII Jatim agar peringatan Kanigoro gaungnya lebih luas sampai se Jawa Timur, bahkan bila perlu sampai tingkat Nasional.

Wakil Ketua PW KB PII Jawa Timur Busyairi Manshur sangat mendukung jika peringatan Kanigoro Affair diperluas se Jawa Timur, dan dihandle PW KB PII dan PW PII Jatim, tapi ia menyarankan agar warna Islamnya lebih ditonjolkan.

Adil Mastjik, Wakil Ketua PW KB PII Jatim juga menyatakan sangat setuju jika peringatan Kanigoro Affair dihandle PW KB PII dan PW PII serta dikomunikasikan ke PB KB PII dan PB PII, bila perlu kegiatan ini dilaksanakan secara nasional dengan melibatkan PB KB PII dan PB PII supaya gaungnya menasional.

Sedangkan Fathori, mantan Ketum PW PII Jatim pereode 2014-2016 mengusulkan betapa pentingnya dibuat film tentang peristiwa kanigoro affair untuk dokumentasi sejarah perjuangan PII di Jatim. Ia berharap peringatan Kanigoro Affair ke depan harus benar-benar menjadi agenda PII secara Nasioanal.

Akhirnya rapat menyepakati bahwa peringatan Peristiwa Kanigoro akan dihandle PW KB PII dan PW PII Jatim dan dikoordinasikan dengan PB KBPII dan PB PII. ()