Dunia IslamFeatured

Merenung di Ketinggian

Oleh Medy Dzalfithri Latief
(Dir. KBIH Arafah Mabrur)

Beberapa orang memiliki kemampuan untuk bangun di tengah malam untuk Sholat Tahajud setiap malam, tetapi yang lain tidak dapat bangun meskipun sudah berusaha.

Namun, mereka berpuasa pada hari Senin dan Kamis sepanjang tahun.

Yang lain tidak bisa melakukan kedua hal di atas, tetapi di mana pun mereka berjalan, mereka bersedekah dengan murah hati kepada para pengemis.

Beberapa orang tidak memiliki kekuatan untuk melakukan ibadah tambahan, tetapi mampu menjaga hati yang bersih dan wajah yang tersenyum terhadap orang-orang sepanjang waktu.

Yang lain lagi tidak melakukan apa-apa selain hanya membuat anak-anak tertawa ketika bertemu dengan mereka.

Intinya?

Jangan pernah berpikir bahwa mereka yang tidak melakukan apa yang Anda lakukan lebih rendah daripada Anda, atau tidak memiliki apapun yang bisa dipersembahkan bagi orang lain.

Jangan pernah berpikir bahwa tindakan Anda untuk beribadah lebih baik daripada tindakan orang lain.

Jangan biarkan kesalehan Anda menumbuhkan kebanggaan terselubung dalam diri Anda.

Jangan biarkan kesalehan Anda mengisolasi diri Anda dari keluarga dan teman, jangan biarkan itu membuat Anda merasa ”lebih suci dari orang lain.”

Keturunan, kekayaan, kemampuan ilmiah, warna kulit Anda, kekuatan di medan perang bukan kriteria untuk kesalehan Anda.

Penampilan dan pakaian Anda bukanlah kriteria untuk kesalehan.

Ada banyak di dunia yang dekat dengan Allah meskipun mereka tampak biasa-biasa saja.

Afiliasi Anda dengan sebuah jamaah atau lembaga ilmiah manapun, harus menjadi sarana untuk memusnahkan ego dan kebanggaan Anda, tanpa memandang rendah orang lain.

Ada banyak yang hatinya murni meskipun tidak berafiliasi dengan salah satu di atas.

Hal ini bukan paspor otomatis ke Surga.

Ada orang yang masuk surga hanya dengan memuaskan dahaga seekor anjing, yang lain mendapatkannya dengan hanya memaafkan semua orang setiap hari sebelum tidur.

Mereka tidak memiliki banyak hal untuk ditampilkan, tetapi apa yang mereka lakukan, penting bagi Allah.

Seseorang mungkin berjalan melalui gerbang surga dengan modal sangat sedikit dan kehadirannya ketika hidup di muka bumi tidak dianggap penting, sementara yang lain dengan perbuatan yang jauh lebih besar justru binasa karena kesombongan mereka.

Jangan terkejut jika orang itu menuntun Anda berjalan melewati gerbang Surga.

SELALU MELIHAT HAL BAIK PADA ORANG LAIN.

JADILAH ORANG BAIK, PIKIRKAN YANG BAIK, & LAKUKAN YANG BAIK.

(T/s)

Selanjutnya

Artikel Terkait