ArtikelFeatured

Hanafi Rais Calon Ketua Umum PAN

Oleh; Ahmad Subagya (Direktur Prajatama Consulting)

Perbicangan Calon Ketum PAN menjelang Kongres PAN Maret mendatang memunculkan dilema bagi keluarga besar PAN. Ketika nama Hanafi Rais digadang-gadang menjadi suksesor Zukifli Hasan rupanya menimbulkan pilihan sulit termasuk bagi sang begawan MAR (Mohamad Amien Rais).

Melihat tantangan masa depan, PAN harus berani mengambil keputusan yang tegas dengan mempertimbangkan segala risikonya. Beri kesempatan Hanafi Rais untuk tumbuh dewasa tanpa terlalu terbebani dalam banyangan MAR.

Dalam kontestasi pada saat kongres PAN, nama besar MAR lebih dari cukup menjamin besarnya dukungan kader PAN terhadap Hanafi, tanpa harus intervensi praktis yang justru medegradasi maqam MAR sebagai begawan PAN.

Di tengah budaya politik dinasti yang masih marak di Indonesia, reputasi dan nama besar MAR masih menjadi keniscayaan untuk mengantarkan Hanafi menuju kursi ketum tanpa menimbulkan kegaduhan dan riak politik di tubuh partai.

Tinggal bagaiamana mendorong proses itu untuk berlangsung secara lebih alamiah. Bayang-bayang MAR tidak terhindarkan, tapi biar bayangan itu berlangsung wajar ibarat panorama sunrise di tengah bayangan gunung Bromo.

Saatnya Hanafi membuktikan rasionalisasi terhadap budaya dinasti sehingga tidak selamanya politik dinasti berkonotasi negatif. Hanafi Rais mendapat tantangan untuk membawa dan mengembangkan warisan orangtuanya menjadi partai yang lebih modern dan lebih besar.

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait