Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok resmi mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Pengacara Ahok, Josefina Agatha Syukur menjelaskan kronologi hingga kliennya mengajukan cerai kepada Veronica Tan.

Josefina menerima kuasa sebagai pengacara Ahok pada 4 Januari lalu. Satu hari kemudian, dia mendaftarkan gugatan tersebut ke pengadilan. Josefina mengetahui keinginan cerai kliennya itu beberapa hari sebelum mendapat kuasa.

“Sebelum kuasa itu diberikan karena tanggal 4 (Januari) saya pergi agar surat kuasa ditandatangani,” kata Josefina saat ditemui di kantor PN Jakarta Utara, Senin (8/1).

Dia tak tahu kapan terakhir Veronica menjenguk Ahok di Mako Brimob, Depok. Josefina tak menanyakan hal itu kepada Ahok saat bertemu pada Minggu (7/1). Dia menyebut kondisi Ahok masih sehat.

“Kemarin saya ketemu baik saja,” katanya.

Josefina mengatakan berbincang dengan Ahok cukup lama, dari pagi hari hingga siang. Dia mengaku baru dipanggil beberapa hari lalu untuk membicarakan gugatan.

Josefina mengatakan, kasus yang melatarbelakangi gugatan ini dilayangkan setelah Ahok mendekam di penjara terkait perkara penodaan agama. “Ini setelah Pak Ahok masuk (penjara),” katanya.

Hari ini, Josefina melengkapi berkas gugatan cerai Ahok di PN Jakarta Utara. Setelah ini, Josefina menyatakan akan melaporkan berkas kepada Ahok.

Dia belum memikirkan tentang peluang mediasi antara Ahok dengan Veronica. Semua itu tergantung reaksi kliennya usai menerima pemaparan pihak pengacara.

“Soal buka peluang (mediasi) atau tidak, begini. Selesai semua, saya akan laporkan ke Bapak (Ahok) dulu, reaksinya seperti apa,” ujar Josefina.

Dia menegaskan, pihaknya tak pernah menyebut Veronica selingkuh sehingga Ahok mengajukan gugatan cerai. Namun Josefina tak mau membeberkannya. Semua alasan cerai menurutnya, telah dijelaskan dalam gugatan.

“Saya enggak mau bicara rumor. Secara kode etik, saya enggak bisa sampaikan karena ini ranah privat sekali,” katanya.

Hingga kini pihak pengacara tak mau mengungkapkan perkara lebih jauh, sebab masih ada beberapa tahap, termasuk peluang mediasi. Pihak yang menjadi mediator akan ditentukan saat sidang pertama digelar.

“Takutnya berbaikan kita yang malu sendiri. Enggak bagus buka aib orang,” katanya.

Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara membenarkan gugatan cerai tersebut.

“Benar, jadi sudah didaftarkan pada hari Jumat tanggal 5 Januari 2018. Jadi yang mendaftarkan adalah kuasa dari penggugat, yang dalam hal ini adalah Ir Basuki Tjahaja Purnama alias Pak Ahok,” ujar Humas Pengadilan Negeri Jakarta Utara Jootje Sampaleng di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin (8/1/2017).

Jootje mengatakan gugatan cerai tersebut di bawah registrasi nomor 10 perdata gugatan tahun 2018 Pengadilan Jakarta Utara.

“Mengajukan gugatan lewat kuasa hukumnya yaitu saudara Fifi Lety SH & Josefina Syukur,” ujar Jootje.

Penetapan majelis akan segera ditetapkan oleh Ketua Pengadilan Jakarta Utara.

“Surat kuasa dilengkapi dulu, mungkin didaftarkan dan sebagainya. Setelah menerima berkas perkara tersebut, kewenangan menentukan hari persidangan dan sebagainya dari majelis,” kata Jootje.

Saat ditanya mengenai hak asuh anak, Jootje mengaku belum sempat membaca isi gugatan.

“Cuma biasanya akan ditetapkan kepada tergugat maupun penggugat, tergantung kondisi jawab menjawab baik dari pihak penggugat maupun tergugat,” ujar dia.

Sebelum sidang cerai, Jootje mengatakan keduanya akan melalui proses mediasi.

“Mediator itu terbuka, apakah dari luar ataupun dari dalam pengadilan sendiri yang sudah tersertifikat, atau ditentukan berdasarkan penetapan ketua pengadilan sebagai mediator,” kata Jootje.

“Kalau menyangkut pokok perkara, materi gugatan, nanti setelah persidangan,” tambah dia.